ANALISIS PROGRAM UNGGULAN RODANYA MAS BAGIA KOTA MAGELANG BERBASIS CONTEXT, INPUT, PROCESS, PRODUCT (CIPP)

  • Rasidi Rasidi Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Hermahayu Hermahayu Universitas Muhammadiyah Magelang
  • Robiul Fitri Mashitoh Universitas Muhammadiyah Magelang
Kata Kunci: Program Pemberdayaan, Evaluasi CIPP, Kelayakan, Keberlanjutan

Abstrak

Pemerintah Kota Magelang telah menerapkan program Rodanya Mas Bagia untuk mengurangi angka kemiskinan. Namun belum ada informasi yang menunjukkan evaluasi, keberhasilan, kendala, hambatan maupun daya dukung program unggulan Rodanya Mas Bagia ini. Maka dari itu, diperlukan analisis program secara objektif untuk memantau kemajuan dan keberhasilan program Rodanya Mas Bagia, untuk memenuhi jawaban akan transparansi program unggulan Pemerintah Kota Magelang.  Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan: 1) hasil evaluasi contexs, input, process, product tentang program Rodanya Mas Bagia; 2) menilai kelayakan, dan 3) menyusun rekomendasi keberlanjutan. Penelitian ini dilakukan secara evaluatif dengan pendekatan model evaluasi CIPP. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah data pemetaan kepuasan masyarakat yang diperoleh melalui respon masyarakat sasaran program, kinerja pelaku, dan panitia pelaksana program. Populasinya yakni seluruh RT yang berjumlah 1.201 RT. Sampel dengan rumus slovin diperoleh sebanyak 93 RT. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik proportional random sampling. Metode pengumpulan data yaitu dengan angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase untuk menentukan tingkat kelayakan aspek evaluasi CIPP. Analisis rekomendasi dan keberlanjutan menggunakan deskripsi kualitatif, dengan data jenuh dari trianggulasi data dengan trianggulasi, sumber, metode, dan waktu. Upaya meningkatkan kredibilitas data dilakukan dengan perpanjangan waktu penelitian dan pencermatan kembali data hasil penelitian yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskripsi evaluasi CIPP dijelaskan secara data kuantitattif bahwa aspek yang paling rendah kuantifikasinya adalah evaluasi context dengan persentase 58%, evaluasi input dengan persentase 69%. Komponen evaluasi proses dengan persentase 66%. evaluasi produk dengan persentase 69%. Kelayakan program, aspek hukum memenuhi aspek legalitas hukum, tidak melanggar aspek hukum dan perundangan dan layak diteruskan. Budaya positif yang memperkuat pemberdayaan antara lain budaya gotong royong menyelesaikan permasalahan, musyawarah mufakat, mengidentifikasi permasalahan, dan berdiskusi serta bersepakat menentukan solusi. Keberlanjutan program dilanjutkan dan diteruskan dengan sosialisasi, pemahaman masyarakat terkait tujuan dan esensi program. Partisipasi masyarakat mampu dioptimalkan sehingga meningkatkan derajat kesejahteraan. Skema pendamping teknis untuk usulan program sesuai dengan bidang profesionalnya.

Diterbitkan
2023-08-25
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##