ANALISIS POTENSI SENYAWA MANGOSTIN DALAM EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI AGEN ANTIINFLAMASI
Abstrak
Antiinflamasi adalah jenis obat yang digunakan untuk mengobati inflamasi. Cara kerja obat antiinflamasi adalah dengan menghambat aktivitas enzim yang menyebabkan terjadinya proses inflamasi (Gonzáles-Gallego, 2007). Ada dua jenis obat antiinflamasi yang umum digunakan, yaitu antiinflamasi steroid dan antiinflamasi nonsteroid (Widiyantoro, 2012). Studi literatur adalah metode untuk mengatasi masalah dengan menelusuri sumber-sumber tulisan yang telah ada sebelumnya. Melalui studi literatur, kita dapat mencari referensi dari berbagai sumber yang terpercaya, seperti buku, jurnal, majalah, tesis, disertasi, dan sumber-sumber lainnya seperti internet dan koran. Kulit manggis mengandung berbagai senyawa kimia seperti saponin, tanin, flavonoid, steroid, kuinon, serta mineral seperti natrium, kalium, magnesium, kalsium, besi, dan tembaga. Kulit manggis juga mengandung senyawa aktif seperti xanton dan turunannya, seperti α-mangostin , beta-mangostin, γ-mangostin, garcinone, mangostanol, dan gartinin. Salah satu senyawa aktif dalam kulit manggis yang memiliki efek antiinflamasi adalah γ-mangostin. Manggis memiliki potensi dalam pengobatan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, dan penyakit neurodegeneratif. Potensi ini telah diakui oleh banyak penelitian dan peneliti.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##












