GOVERNMENT VERSUS COMMUNITIES: PROVISION OF LOW-INCOME COMMUNITY HOUSING IN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Abstrak
Pemulihan pascapandemi di berbagai sektor membuat alokasi anggaran negara dan daerah tidak dapat diandalkan untuk mengembangkan sektor perumahan. Padahal kebutuhan masyarakat akan perumahan terus meningkat, ditambah lagi dengan permasalahan ketersediaan lahan yang semakin terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mulai berupaya mengembangkan alternatif pembiayaan sektor perumahan melalui pendanaan non-pemerintah, dengan sasaran utama adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Pendanaan non-pemerintah merupakan mekanisme pembiayaan non-konvensional untuk pengadaan infrastruktur melalui kolaborasi pemangku kepentingan. Daerah Istimewa Yogyakarta menghadapi beberapa permasalahan terkait penyediaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi prospek penerapan skema non-pemerintah untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah melalui analisis perbandingan antara kemauan dan kemampuan masyarakat dengan kapasitas pemangku kebijakan, potensi tren, dan arah kebijakan ke depan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran deduktif, yaitu pengumpulan data melalui kuesioner untuk menilai kemauan dan kemampuan masyarakat, serta Metode Delphi melalui wawancara ahli. Kajian ini mengungkap beberapa disparitas antara kemauan dan kemampuan masyarakat dengan kapasitas pemerintah sebagai penyedia layanan. Di sisi lain, pendanaan non-pemerintah untuk perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah bersifat prospektif dalam jangka panjang, dengan pertimbangan dan prasyarat tertentu. Hasil dari penelitian ini adalah dengan melakukan peningkatan koordinasi antara masyarakat dan pemerintah, dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan pengertian dan komunikasi antara dua pihak tersebut akan menjadi lebih efektif dan berpotensi meningkatkan prospek pendanaan pembangunan perumahan MBR di Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun upaya ini memerlukan waktu yang cukup lama dalam kondisi tertentu.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##












