DOMINASI PERAN MASYARAKAT DALAM KOLABORASI PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA PAYAKUMBUH
Abstrak
Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik merupakan amanat undang-undang dan kewajiban pemerintah daerah. Meskipun telah banyak upaya dilakukan, sejumlah daerah masih menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan RTH publik, terutama keterbatasan sumber daya, termasuk anggaran. Kolaborasi multipihak adalah kunci untuk mengatasi tantangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai bentuk kolaborasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh dalam penyediaan RTH publik. Dengan pendekatan eksploratif dan metode kualitatif, data dikumpulkan melalui studi dokumen, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan 25 narasumber. Narasumber terdiri atas 17 orang dari unsur pemerintah, 5 orang dari sektor swasta, dan 3 tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh menjalin kolaborasi yang beragam dengan berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah lainnya, sektor swasta, dan masyarakat. Peran masyarakat terbukti signifikan dalam meningkatkan pencapaian RTH publik. Masyarakat, sebagai pemilik lahan, berkolaborasi dengan pemerintah yang mendukung melalui kebijakan dan bantuan bibit tanaman. Sekitar 82,5% RTH publik yang ada merupakan Rimba Kota, yang sebagian besar kepemilikannya didominasi oleh masyarakat. Kerja sama ini menjadi bentuk dominan dalam mencapai target penyediaan RTH publik.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##












