PERBANDINGAN HASIL PENGUKURAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI BERBAGAI POSISI TUBUH
Abstrak
Tekanan darah dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain umur, jenis kelamin, dan posisi tubuh saat pengukuran. Variasi posisi tubuh, khususnya posisi miring, dapat memengaruhi status hemodinamik sehingga berpotensi menghasilkan perbedaan nilai tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi komparatif yang bertujuan mengetahui perbandingan nilai tekanan darah sistolik (TDS), diastolik (TDD), dan Mean Arterial Pressure (MAP) pada pasien hipertensi dalam posisi berbaring telentang, miring kiri, dan miring kanan. Penelitian melibatkan 65 responden yang dipilih melalui teknik non-probability sampling jenis purposive sampling, dengan kriteria laki-laki dan perempuan usia 40–60 tahun, memiliki kedua lengan lengkap, serta tidak sedang sakit maupun mengalami kelumpuhan. Instrumen yang digunakan meliputi tensimeter digital, SPO pengukuran tekanan darah, dan lembar observasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis serta perhitungan effect size epsilon squared (ɛ²). Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada nilai TDS, TDD, dan MAP di antara ketiga posisi pengukuran (p = 0,000 (<0,001)). Nilai rata-rata TDS, TDD, dan MAP tertinggi ditemukan pada posisi berbaring telentang, sedangkan nilai terendah pada posisi miring kanan. Nilai effect size (ɛ²) berada pada kategori relatif kuat (0,16–0,36). Posisi tubuh terbukti memberikan pengaruh yang relatif kuat terhadap nilai tekanan darah pada pasien hipertensi. Temuan ini menunjukkan pentingnya konsistensi posisi tubuh dalam prosedur pengukuran tekanan darah untuk memperoleh hasil yang akurat dan dapat dibandingkan.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##












