PENGARUH TERAPI TANDEM WALKING EXERCISE TERHADAP PENINGKATAN KESEIMBANGAN UNTUK MENGURANGI RISIKO JATUH PADA LANSIA
Abstrak
Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal dan neuromuskular yang meningkatkan risiko jatuh pada lansia. World Health Organization (WHO) melaporkan sekitar 28–35% lansia usia ≥65 tahun mengalami jatuh setiap tahun, dengan prevalensi di Indonesia berkisar 12–29%. Salah satu upaya pencegahan jatuh adalah melalui Tandem Walking Exercise. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Tandem Walking Exercise terhadap keseimbangan lansia yang diukur menggunakan Timed Up and Go Test (TUGT) sebagai indikator risiko jatuh. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel berjumlah 33 lansia yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Bandongan, Kabupaten Magelang. Intervensi diberikan selama 1 minggu dengan 3 sesi latihan, dan pengukuran keseimbangan dilakukan sebelum serta sesudah intervensi menggunakan TUGT. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan signifikan skor TUGT sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05), yang menandakan peningkatan keseimbangan dan penurunan risiko jatuh pada lansia. Tandem Walking Exercise berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keseimbangan dan dapat menjadi alternatif intervensi preventif di komunitas, meskipun generalisasi hasil masih terbatas karena tidak adanya kelompok kontrol, durasi intervensi yang singkat, dan jumlah sampel yang terbatas.
##submission.copyrightStatement##
##submission.license.cc.by-nc-nd4.footer##












