KETERBATASAN RUANG KOTA MAGELANG: TANTANGAN TATA RUANG DAN ARAH KEBIJAKAN PENATAAN KAWASAN PERKOTAAN

  • Dwi Utari Universitas Negeri Yogyakarta
Kata Kunci: Keterbatasan Ruang Kota, Compact City, Kota Magelang

Abstrak

Kota Magelang menghadapi keterbatasan ruang yang memicu tekanan pada permukiman, Ruang Terbuka Hijau (RTH), mobilitas, dan layanan publik. Tantangan utama kota kecil dengan wilayah yang sempit adalah mengelola pemanfaatan lahan secara berkelanjutan agar tetap mampu menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan warganya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif berbasis studi literatur terhadap jurnal ilmiah, laporan kelembagaan, dan dokumen kebijakan terkait pemanfaatan ruang di Kota Magelang. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian tematik, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan ruang menimbulkan tekanan berupa meningkatnya kepadatan permukiman, penurunan proporsi RTH, bertambahnya beban infrastruktur dasar, dan kepadatan mobilitas pada kawasan tertentu. Pertumbuhan penduduk dan perubahan penggunaan lahan memperkuat risiko munculnya kawasan kumuh dan degradasi lingkungan. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pengelolaan ruang yang lebih efisien dan berkelanjutan melalui pemanfaatan ruang vertikal, revitalisasi kawasan lama, serta pengendalian pemanfaatan lahan agar pembangunan tetap terkendali. Rekomendasi kebijakan meliputi penerapan konsep compact city, pembangunan vertikal, revitalisasi kawasan padat, penguatan pengendalian pemanfaatan lahan berbasis RDTR, serta peningkatan dan perlindungan proporsi RTH guna mendukung kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat kota.

Diterbitkan
2026-02-18
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##