TERAPI DALAM MENGATASI DISMINORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI
Abstrak
Nyeri haid merupakan masalah yang cukup mengganggu aktivitas dan menyebabkan suasana hati yang buruk sehingga para wanita tidak menyukai nyeri haid. Disminore primer adalah nyeri haid yang tidak berhubungan dengan kelainan patologi. Nyeri haid banyak dialami remaja putri diperkirakan 40% sampai 50%. Banyak hal yang dilakukan untuk mengurangi rasa sakit seperti penggunaan obat ataupun dengan cara lain seperti penggunaan herbal, minum jus, distraksi, relaksasi, massage atau menekan perut, penggunaan aroma terapi, kompres, olahraga maupunĀ istirahat dan tidur. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMPN 3 Secang Kabupaten Magelang menunjukkan bahwa remaja yang mengalami nyeri haid sebagian besar mengalami nyeri ringan 59 responden (60.2%), nyeri sedang 30 responden (30.6 %) dan nyeri berat 9 responden (9.2%). Sebagian besar siswa menyukai terapi non farmakologis 96 responden (94.1%) dan 2 responden (1.96%) memilih terapi farmakologis yakni obat anti nyeri. Jenis terapi non farmakologi yang banyak dipilih untuk mengurangi nyeri haid adalah Menekan perut dengan posisi fetal 67 responden (68.4%), istirahat atau tidur 62 responden (63.3%). Sebagian besar remaja putri saat haid memilih menekan perut dan istirahat tidur karena mudah dilakukan, murah dan tidak ada efek samping bagi tubuh. Disarankan melakukan aktifitas untuk melenturkan otot rahim pada saat mendekati hari menstruasi untuk mengurangi nyeri haid dan pemeriksaan ke tenaga medis bagi mereka yang mengalami nyeri dalam tingkat berat.












