MOBILISASI DINI MENURUNKAN NYERI AKIBAT JAHITAN PERINEUM TINGKAT II PADA IBU POST PARTUM

  • Ribkha Itha Idhayanti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Asih Warastuti Poltekkes Kemenkes Semarang
  • Bekti Yuniyanti Poltekkes Kemenkes Semarang
Kata Kunci: Nyeri Perineum, Mobilisasi Dini, Postpartum

Abstrak

Hampir 90% proses persalinan mengalami robekan perineum grade II yaitu luka pada dinding vagina bagian belakang mengalami laserasi otot perineum, tetapi belum mencapai sfingter ani. Hal tersebut berdampak pada rasa nyeri atau sakit saat berjalan. Penyebab nyeri perineum salah satunya adalah kurangnya mobilisasi dini oleh ibu, akibat rasa nyeri sehingga takut untuk bergerak. Penelitian ini dilaksanakan dengan responden ibu bersalin yang mengalami ruptur perineum tingkat II di RSUD Tidar dengan sampel sebanyak 30 responden. Hasilnya adalah ada hubungan tingkat nyeri jahitan luka perineum grade II dengan mobilisasi dini ibu 2 jam postpartum. Mobilisasi dini mengakibatkan sirkulasi peredaran darah dan oksigenasi pada jaringan luka menjadi lebih baik sehingga merangsang keluarnya hormon endorphin yang bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit. Diharapkan tenaga kesehatan, perawat, bidan, maupun keluarga dapat membimbing dan mendampingi ibu postpartum dengan jahitan akibat robekan perineum melakukan mobilisasi dini sejak 2 jam postpartum dengan berlatih menggerakkan lengan, menggerakkan tangan, kaki, memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit, merileksasikan betis, menekuk dan menggeser kaki, badan dimiringkan ke kanan dan kiri, belajar duduk dan berjalan. Dengan melakukan latihan ini, diharapkan setelah 4 jam postpartum ibu dapat berjalan sendiri tanpa rasa sakit.

Diterbitkan
2020-08-10
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

##plugins.generic.recommendByAuthor.noMetric##