JAJAK PENDAPAT MASYARAKAT TENTANG LAYANAN SMART CITY DI KOTA MAGELANG
Abstrak
Jajak Pendapat Masyarakat Tahun 2019 fokus pada tema smart city. Maksud dilaksanakannya kegiatan ini adalah mendapatkan kajian dan rekomendasi atas hasil penelitian dan pengkajian sebagai bahan pengambilan kebijakan. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini yakni mengetahui persepsi masyarakat tentang penerapan smart city di Kota Magelang. Penelitian ini menggunakan metode direct observation kepada masyarakat Kota Magelang, yaitu melalui wawancara dan kuesioner semi terbuka, dengan menggunakan google form sebagai sarana pengumpulan data responden. Hasil jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas responden beranggapan bahwa permasalahan yang ada di Kota Magelang dapat diatasi dengan pemanfaatan aplikasi teknologi informasi. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan Internet of Things (IoT) merupakan keharusan untuk membantu penerapan smart city. Terdapat beberapa permasalahan yang teridentifikasi di Kota Magelang, yakni: Transportasi Publik; Parkir; Informasi Acara/Kegiatan Pemerintah Kota; Perizinan/Legalitas; Tata Kota; Informasi Universitas; Kebersihan Sarana Publik; Tempat Pariwisata; Hotel/Penginapan; Keamanan Kota/Bencana; Kesehatan, Sanitasi Lingkungan; dan Sumber Daya Manusia (SDM)/Informasi Lowongan Kerja. Permasalahan utama yang diinginkan untuk teratasi adalah sarana transportasi publik (99,78%). Simpulan dari pelaksaaan kegiatan ini adalah pelayanan publik di Kota Magelang sudah lengkap dan banyak, namun belum bisa memberikan pelayanan maksimal karena belum terintegrasi antar OPD sehingga menyulitkan koordinasi, hampir semua permasalahan yang ada di Kota Magelang dinilai dapat terselesaikan dengan bantuan IT. Rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Magelang adalah sosialisasi kepada masyarakat Kota Magelang untuk pengenalan dan pengembangan smart city, membuat skema pengembangan big data, dan pengenalan aplikasi “Magelang Cerdas” kepada masyarakat serta himbauan untuk memasukan data pribadi di aplikasi tersebut (misal: nomor handphone dan NIK) guna pengembangan big data.












