ANALISIS POTENSI CAGAR BUDAYA KOTA MAGELANG DENGAN SKORING
Abstrak
Kegiatan Analisis Budaya Lokal Kota Magelang (Fokus pada Cagar Budaya) bermaksud untuk mendapatkan kajian atas potensi dan permasalahan cagar budaya berdasarkan opini masyarakat, menganalisis, dan merekomendasikan langkah-langkah perlindungan bangunan cagar budaya. Sedangkan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang potensi cagar budaya yang ada di Kota Magelang, menggali persepsi/pemahaman opini dari berbagai pihak, mendata secara fisik bentuk dan aksesoris bangunan/kawasan tersebut sesuai style pada masa gayanya, menganalisis potensi peluang dan ancaman terkait pelestarian cagar budaya, dan memberikan alternatif rekomendasi cagar budaya sebagai rujukan kebijakan dan langkah-langkah yang diperlukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui pemberian scoring pada bangunan kuno atau bersejarah. Dari penelitian ini telah teridentifikasi 10 (sepuluh) bangunan yang masuk kategori Cagar Budaya yaitu Dapur Umum Tulung, Tugu Jam Alun-alun, Makam Mbah Dudo, Makam Van der Steur, Rumah dr. Setyati Pranantyo, Situs Lumpang Mantyasih, Kawasan Badaan, Kawasan Poncol, Makam Gunung Tidar, dan Bunker Jepang. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi aspek perlindungan (penyelamatan, pengamanan, pemeliharaan, pemugaran).












